Justin Henin, kembali ke dunia tenis. Foto: AP |
Justin yang merupakan mantan petenis putri nomor satu dunia mengumumkan dirinya akan kembali bertanding tahun 2010, setelah sempat menyatakan pensiun 16 bulan lalu.
Petenis Belgia berusia 27 tahun itu sepanjang karirnya telah meraih 41 gelar tunggal termasuk tujuh Grand Slam.
Beberapa waktu belakangan ini Henin giat berlatih sehingga memunculkan rumor bahwa dia segera kembali ke lapangan tenis.
Henin menyatakan pensiun dari tenis profesional 14 Mei 2008 dengan alasan sudah kehilangan kecintaannya terhadap tenis.
Jika Henin kembali maka dia mengikuti jejak rekan senegaranya Kim Clijsters yang sukses memenangi Amerika Terbuka awal bulan ini.
"Saya sangat gembira dan bahagia bisa mengumumkan hari ini bahwa saya akan segera kembali ke ajang tenis profesional," kata Henin di BBC, Rabu (23/9).
"Saya sadar keputusan ini sangat mengejutkan karena 14 Mei 2008 saya menyudahi karir tenis saya. Namun setelah itu saya melewati sebuah prenungan pribadi selama kurang lebih 15 bulan yang sangat mencerahkan diri saya."
"Saya menemukan banyak hal tentang diri saya dan membuat saya merasakan banyak hal kembali dan kemudian saya merasakan api yang sudah lama padam menyala kembali."
Henin berencana untuk tampil dalam dua pertandingan ekshibisi tahun di di Charleroi, Belgia dan Dubai sebelum kembali ke dunia tenis profesional tepatnya di turnamen Australia Terbuka, Januari mendatang.
"Tujuannya adalah untuk kembali bertanding di Australia bulan Januari, tapi saya belum tahu," katanya. " Saya masih memiliki empat bulan dan saya belum tahu apakah persiapan saya semakin berkembang namun Australialah tujuan saya."
"Sangat sulit saat Anda terbiasa melakukan sesuatu dengan baik, seperti yang saya lakukan di masa lalu, memulai kembali dari awal, sementara kesabaran bukanlah bakat terbaik saya."
"Jadi saya menghadapi kerja yang sangat berat namun setiap hari saya merasakan semuanya bertambah baik."
"Saya pikir hal paling sulit adalah menciptakan dasar yang saya tahu saya semakin lamban. Saya dulu adalah pemain yang cepat dan itulah kelebihan saya. Saya yakin kondisi saya akan segera kembali."
"Saya hanya harus bersabar, sadar bahwa semuanya butuh waktu dan kerja keras setiap hari. Dan itulah yang saya kerjakan."
Henin menambahkan: "Semuanya terus membaik, akan banyak kesenangan di lapangan dan itu adalah hal terpenting."
Pelatih Henin Carlos Rodriguea mengatakan ambisi Henin untuk meraih gelar pertamanya di Wimbledon merupakan salah satu penambah semangat sang petenis.
"Saya sangat terkesan. Saya bahagia karena dia semakin membaik setiap hari," kata Rodriguez.
"Dia mempercayai saya sekali lagi untuk menjadi pelatihnya dan saya tak akan membuatnya kecewa."
"Saya gembira bisa membantunya memulai lagi kehidupan barunya. Ini adalah tantangan besar untuk dia. Keinginan untuk memenangi Wimbledon adalah salah satu alasannya kembali bertanding dan saya akan melakukan apapun untuk membantunya."
Dan Henin mengakui bahwa kesuksesan di All England Club adalah tujuan utamanya. "Itu adalah mimpi saya. Saya bekerja keras untuk menuju ke sana dan itu (Wimbledon) adalah prioritas saya."
Rekan senegara Henin, Kim Clijsters kembali bertanding setelah dua setengah tahun absen. Saat itu, Clijsters baru saja melahirkan seorang putri, Jada.
Hanya sebulan setelah kembali ke dunai profesional, petenis berusia 26 tahun itu yang juga pernah menjadi petenis nomor satu dunia, mengalahkan Venus dan Serena Williams di Amerika Terbuka.
Namun, Henin menegaskan kesuksesan Clijsters bukanlah pendorong utamanya kembali ke dunia tenis.
"Diakui atau tidak, kesuksesan Clisjters tetap berdampak. Namun, itu bukanlah alasan utama saya."
"Kembali ke level tertinggi dalam waktu yang sangat cepat adalah suatu prestasi yang sangat saya hormati," tambah Henin mengomentari kesuksesan Clijsters.
Henin sempat dikabarkan akan kembali bulan Mei namun dia mengatakan olehraga meninggalkan banyak sekali kelelahan fisik yang membuat dia tidak pernah berpikir untuk kembali bertanding.
Namun sejak dia kembali berlatih serius, Henin tidak mengingkari kemungkinan kembali bertanding di berbagai turnamen WTA.
Setelh menyatakan diri pensiun, Henin, yang menduduki peringkat satu dunia saat pensiun, bekerja sebagai duta besar Unicef dan membuka sekolah tenis.
Sepanjang karirnya, Henin telah menjuarai Prancis Terbuka empat kali, Amerika Terbuka dua kali, satu kali Australia Terbuka dan meraih emas Olimpiade 2004.
Meski secara fisik Henin terbilang kecil, namun dengan pukulan backhandnya yang akurat membuatnya sangat disegani lawan-lawannya.
Pertandingan profesional terakhirnya adalah saat kalah tiga set dari peteni nomor satu saat ini Dinara Safina di turnamen Jerman Terbuka, 8 Mei 2008.
Kabar akan kembalinya Henin merupakan berita besar di dunia tenis putri, yang selama ini tengah berupaya mencapai level kompetisi tertinggi sebelum kemenangan Cljster di Amerika Terbuka.
"Justine adalah salah satu petenis putri terhebat dalam sejarah tenis dan kami bersama jutaan penggemarnya di seluruh dunia, sangat gembira mendengar pernyataannya," kata Stacey Allaster, ketua WTA Tour.
"Justine adalah seorang atlet yang langka dan memutuskan pensiun dari karirnya saat tengah berada di puncak, dan tak diragukan lagi dia akan menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan."
"Karirnya ditandai dengan banyak peristiwa mengagumkan dan babak baru karirnya sudah dimulai," tandas Allaster.

No comments:
Post a Comment