Wednesday, September 23, 2009

Premier League ADEBAYOR MEMBELA DIRI

Senin, 14 September 2009 pukul 23:46:14 WIB
Emmanuel Adebayor, selebrasi berlebihan.
Emmanuel Adebayor, selebrasi berlebihan.
Foto: Getty Images
Manchester, BOLANEWS/thesun Striker Manchester City, Emmanuel Adebayor mempertanyakan kartu kuning yang ia terima di kompetisi Liga Inggris. Saat City menumbangkan Arsenal 4-2 di pekan ke-5, Sabtu (12/9), Adebayor dianggap melakukan tindakan provokatif saat ia mencetak gol ke gawang Arsenal.

Tindakan kekecewaan ditunjukan Adebayor ketika sundulnnya tidak mampu dihentikan kiper Manuel Almunia pada menit ke-80. Setelah terjadi gol, ia langsung mengadakan selebrasi seakan mengejek suporter Arsenal. Akibat tindakan itu dianggap berlebihan, wasit Mark Clattenburg langsung mengeluarkan kartu kuning.

Hukuman itu merupakan akumulasi dari sejumlah tindakan provokatif Adebayor. Sepanjang laga ujung tombak Togo itu terlihat bermain kasar dengan melakukan sejumlah tekelan keras kepada eks rekannya di Arsenal.

Namun, menurut Adrbayor kartu kuning itu sangat berlebihnya. Ia tidak pantas mendapat hukuman itu. "Saya tidak tahu apa yang salah padaku sehingga menerima kartu kuning. Saya tidak mendengar berita kalau pihak kepolisian dan FA akan memanggilku," bela Adebayor di The Sun, Senin (14/9).

Perihal tekelan keras Abebayor kepada Robin van Persie. Ia mengaku khilaf atas kejadian itu. "Saya meminta maaf kepada Robin van Persie. Saya tidak berniat untuk mengasarinya," tambah Adebayor.

Meskipun telah meminta maaf kepada pendukung Arsenal dan Van Persie. Rencananya Adebayor akan dipanggil FA untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Amerika Serikat Terbuka SEJARAH BARU DEL POTRO

Selasa, 15 September 2009 pukul 15:22:27 WIB
Juan Martin del Potro, gelar perdana Grand Slam.
Juan Martin del Potro, gelar perdana Grand Slam.
Foto: Getty Images
New York, BOLANEWS/bbc Juan Martin del Potro mengukir sejarah baru di turnamen Amerika Serikat Terbuka 2009. Petenis muda asal Argentina itu sukses merebut gelar grand slam pertama sepanjang karirnya. Di partai final, Senin (14/9), Del Porto menghentikan petenis terbaik dunia, Roger Federer.

Meski menghadapi Federer yang merupakan pengoleksi tropi AS Terbuka dalam lima tahun terakhir. Del Potro tidak gentar dalam meladeni kehebetan Federer. Bermodalkan kepercayaan diri tinggi Del Potro membuat ia mampu mengembalikan ramalan bahwa Federer akan memperpanjang rekor juara untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

Setelah melalui pertandingan berat sekitar empat jam, 16 menit. Del Potro akhirnya membuat sejarah baru di Flushing Meadows dengan mencatat kemenangan 3-6 7-6 (7-5) 4-6 7-6 (7-4) 6-2.

"Saya telah meraih dua mimpi sekaligus dipekan ini. Pertama menjadi juara di Amerika Serikat Terbuka dan kedua kini disejajarkan dengan Roger Federer," ucap Del Potro di BBC.

Keberhasilan petensi berusia 22 tahun itu merebut gelar AS Terbuka menjadi cambuk baginya di masa depan. "Satu misi telah tercapai, tapi saya masih ingin berkembang biar bisa seperti Roger," tambah Del Potro sambil melirik petenis Swiss itu.

Sukses ini menjadikan Del Potro sebagai orang Argentina kedua yang merebut gelar AS Terbuka. Prestasi sebelumnya dibuat legenda Guillermo Vilas pada tahun 1977.

Liga Champion EDU LOLOS SANKSI

Eduardo da Silva, tak terbukti melakukan diving
Eduardo da Silva, tak terbukti melakukan diving
Foto: afp
London, BOLANEWS/soc Jelang pertandingan pertama Liga Champion 2009/10. Angin sejuk datang bagi kubu Arsenal. Ujung tombak Eduardo da Silva terhindar dari hukuman Badan Kontrol dan Disiplin UEFA.

Aksi Eduardo saat Arsenal menjamu Celtic di leg kedua play-off Liga Champion, 26 Agustus lalu mendapat penyelidikan khusus UEFA. Penyerang Kroasia itu dianggap melakukan diving dalam kotak penalti sehingga berbuah tendangan penalti bagi Arsenal.

Selang beberapa hari setelah insiden itu. UEFA langsung mengadakan penyelidikan untuk mengetahui ulah Edu tersebut. Pada keputusan dikeluarkan pada 1 September lalu. Edu terbukti melakukan tindakan tidak sportif dan dijatuhi hukuman larangan tampil memperkuat Arsenal sebanyak dua pertandingan di kompetisi Eropa.

Kehilangan Edu jelas merupakan kerugian besar bagi Arsenal. Guna mengupayakan pembatalan terahadap hukuman itu. Arsenal akhirnya mengajukan banding. Usaha The Gunners berbuah manis. Sehari menjelang laga perdana Liga Champion melawan Standard Liege, UEFA mencabut hukuman Edu.

"Hari ini Badan Banding UEFA mengabuli permohonan banding Arsenal terhadap larangan tanding Eduardo. Setelah memeriksa semua bukti, terutama laporan pertandingan dari wasit dan pengawas pertandingan serta berbagai rekaman video, hal itu tidak mendukung untuk kepuasan panel bahwa wasit telah tertipu dalam mengambil keputusan terhadap aksi tersebut. Dengan demikian hukuman Eduardo tertanggal 1 September itu kini resmi dianulir," bunyi pernyataan UEFA dilansir Soccernet, Selasa (15/9).

Pencabutan sanksi itu disambut baik oleh Edu. "Saya sekarang merasa bebas. Terima kasih kepada dukungan dari keluarga, teman dan yang pasti dari klub. Saya akan melupakan kejadian itu dan mulai fokus untuk pertandingan mendatang," kata Eduardo.

Arsenal akan melawat ke Belgia untuk bertemu Standard Liege di penyisihan Grup H, Rabu (16/9).

Liga Champion PIPPO MENANGKAN MILAN

Rabu, 16 September 2009 pukul 4:0:25 WIB
Filippo Inzaghi, pahlawan AC Milan
Filippo Inzaghi, pahlawan AC Milan
Foto: AFP
Marseille, BOLANEWS/uefa Usia bukan menjadi halangan bagi Filippo Inzaghi untuk terus menunjukan ketajaman sebagai seorang striker hebat. Hal itu terbukti di pertandingan pertama Liga Champion Grup C antara AC Milan melawan Olympique Marseille, Selasa (15/9). Sepasang gol Inzaghi mampu memenangkan Milan atas Marseille, 2-1.

Inzaghi memang menjadi pemain tertua yang berlaga di Stade Vélodrome malam itu. Meski sebagai pemain paling senior. Striker berusia 36 tahun itu justru tampil sebagai bintang lapangan.

Ditempatkan sebagai tandem Alexandre Pato dilini depan Milan. Pippo tampil licin dan beberapa kali menyulitkan lini belakang tuan rumah. Gol pertama Pippo tercipta pada menit ke-27. Umpan silang Clarence Seedorf berhasil diteruskan Inzaghi guna membawa Milan memimpin 1-0 hingga akhir babak pertama.

Seakan tidak ingin terus digempur habis-habisan oleh pasukan Milan. Memasuki babak kedua Marseille mulai keluar menyerang di babak kedua. Empat menit pertandingan berjalan, sundulan Gabriel Heinze mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut meningkatkan semangat anak asuhan pelatih Didier Deschamps untuk terus menekan. Sejumlah peluang mampu diciptakan Lucho Gonzalez dkk.

Terlalu fokus menyerang membuat lini depan Marseille justru kedodoran. Sebuah serangan balik cepat yang dibangun Milan pada menit ke-74 membuahkan petaka. Seedorf lagi-lagi menjadi aktor utama lahirnya gol kedua Pippo. Umpan lambung gelandang asal Belanda itu diteruskan dengan tendangan voli Inzaghi dan membuat Milan kembali unggul 2-1. Hasil itu bertahan hingga pertandingan usai.

Sementara itu tim kuat lain di Grup C, Real Madrid juga meraih poin penuh di kandang FC Zurich. Los Galacticos berhasil memang 5-2. Cristiano Ronaldo memborong dua gol masing-masing pada menit 27 dan 89. Tiga gol lainnya dibagi rata oleh Raul Gonzales (34'), Gonzalo Higuain (45'), dan Guti Hernandez menit 90.

Dua gol penghibur Zurich tercipta melalui tendangan penalti Xavier Margairaz pada menit 63 dan gol Silvan Aegerter di menit 65.

***

Hasil Lengkap:
Grup A
Juventus 1 - 1 Bordeaux
Maccabi Haifa 0 - 3 Bayern Munich
Grup B
Besiktas 0 - 1 Manchester U.
Wolfsburg 3 - 1 CSKA Moscow
Grup C
Marseille 1 - 2 AC Milan
Zurich 2 - 5 Real Madrid
Grup D
Atletico Madrid 0 - 0 APOEL Nicosia
Chelsea 1 - 0 FC Porto

Kuota Pemain Muda PENOLAKAN WENGER-BENITEZ

Rabu, 16 September 2009 pukul 21:34:40 WIB
Arsene Wenger, sependapat dengan Rafa Benitez
Arsene Wenger, sependapat dengan Rafa Benitez
Foto: dailymail
London, BOLANEWS/bbc Aturan baru selalu menimbulkan pro dan kontra. Peraturan soal pembatasan pemain junior di Premier League kurang mendapat dukungan dari dua pelatih anggota Big Four. Arsene Wenger dan Rafael Benitez menolak diberlakuknnya peraturan baru tersebut.

Pihak Premiership menetapkan mulai musim depan klub-klub Liga Inggris diharuskan mencantumkan delapan pemain usia 21 tahun di antara 25 pemain inti mereka. Selain itu para pemain muda itu harus berlatih dan berbasis di Inggris atau Wales.

"Saya menentang aturan itu," tegas Arsene Wenger di BBC, Rabu (16/9). "Kompetisi tidak dimaksudkan untuk menerima aturan palsu seperti itu." tambah peltaih Arsebnal itu.

Sementara itu, manajer Liverpool Rafa Benitez khawatir aturan itu akan mempengaruhi kualitas liga.

Perwakilan dari 20 klub Liga Primer bertemu akhir pekan lalu untuk mendiskusikan aturan baru itu sebelum Direktur Liga Primer Richard Scudamore menyetujui proposal aturan baru itu.

Scudamore yakin kuota pemain itu akan mendorong pembinaan pemain muda, memberi kesempatan klub insntif tambahan untuk mengembangkan pemain dan memberi klub hasil terbaik dari investasi pemain muda mereka.

Dalam rangka kuota pemain pada awal musim 2010-2011, klub-klub Liga Primer telah dituntun oleh keinginan UEFA mengembangkan bakat-bakat muda.

Di bawah manajemen Arsene Wenger, Arsenal tak hanya merekrut bakat-bakat muda dari seluruh dunia seperti gelandang Cesc Fabregas, namun juga mengasah pemain muda Inggris seperti Jack Wilshere.

"Saya merasa jika Anda ingin menyaksikan pemain-pemain terbaik berlaga di liga terbaik di dunia maka Anda harus lebih terbuka," tambah Wenger.

"Saya tak setuju dengan aturan itu, dan itu sudah saya katakan berulang kali."

Dalam laporan terakhir, klub-klub Inggris adalah klub terbanyak yang menggunakan pemain asing. Sebanyak 59,2% pemain di Liga Primer Inggris datang dari manca negara.

Klub yang paling banyak menggunakan pemain asing di Eropa adalah Liverpool. Di kubu Si Merah sebanyak 90% dari pemain intinya adalah pemain asing.

Dengan jumlah pemain asing sebanyak ini, dalam peraturan baru nanti, Liverpool baru bisa memenuhi kuota delapan pemain lokal jika tim inti klub ini berjumlah 28 pemain.

Dan Rafa Benitez khawatir aturan baru ini akan diberlakukan dengan segera. "Masalah utama di Inggris adalah adanya kekosongan antara pemain-pemain junior dan pemain utama. Sementara kompetisi pemain cadangan belum mampu mengisi kekosongan ini," kata pelatih asal Spanyol ini.

"Mungkin akan sulit untuk menjaga kualitas, namun kami akan melakukan yang terbaik. Jumlah pemain bukan hal utama, kualitas adalah yang utama. Namun, jika mereka (pengelola liga) memutuskan aturan ini maka mungkin mereka sudah memikirkannya sejak lama."

Benitea kemudian membandingkan inisiatif Liga Primer dengan keputusan UEFA yang secara bertahap memberlakukan kuota pemain di Liga Champions selama tiga tahun terakhir ini.

"Sekarang akan berbeda dan menjadi lebih cepat. Semuanya kini bergantung pada para pemain. Bukan masalah jumlah namun kualitas," tambah Benitez.

"Jika klub-klub papan atas harus mendapatkan delapan pemain dari akademinya maka hal itu akan sangat sulit."

"Akademi sepakbola di Inggris tidak menghasilkan banyak pemain, para pemain lokal lebih suka bermain di liga-liga rendah karena mereka mungkin tak terlalu berkualitas untuk bersaing di papan atas."

"Klub harus merekrut pemain-pemain muda terbaik dari seluruh dunia pada usia sangat belia untuk meningkatkan kualitas mereka dan mengharapkan adanya perubahan peraturan seperti ini."

"Masyarakat terlalu banyak berbicara soal usia dan asal pemain. Mereka melupakan kualitas. Liga Primer adalah liga terbaik di dunia karena kualitasnya bukan karena asal pemainnya."

Sementara itu, Scudamore mengaku aturan ini tak akan mencegah klub merekrut pemain muda dari manca negara, namun aturan ini akan membuat klub mengurangi jumlah pemain intinya dan memberi lebih banyak kesempatan bagi para pemain muda.

Di bawah aturan baru itu, klub bisa menambah jumlah pemain inti mereka di atas 25 orang namun hanya dengan menambah pemain berusia 21 tahun ke bawah.

Chelsea KENYON MUNDUR

Peter Kenyon, berpisah dengan Roman Abramovich.
Peter Kenyon, berpisah dengan Roman Abramovich.
foto: Independent.
London, BOLANEWS/soc Chelsea kehilangan sosok penting klub yang berperan besar dalam enam tahun terakhir. Chief executive, Peter Kenyon telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jajaran petinggi klub. Akhir bulan Oktober mendatang, Kenyon resmi hengkang dari The Blues.

Pada tahun 2003, bersamaan dengan invasi Roman Abramovich ke Chelsea. Kenyon juga digeat dari Manchester United. Kolaborasi Kenyon-Roman berjalan mulus dan membuahan hasil manis bagi klub. Sejumlah pemain bintang dan pelatih hebat berhasil didatangkan ke Stamford Bridge.

Sayang, keharmonisan Kenyon di Chelsea akan segera berakhir. Pihak Chelsea pada Rabu, (16/9) telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Kenyon telah memutuskan mundur mulai 31 Oktober nanti. Tidak disebutkan dengan jelas alasan mengapa pria berkepala plontos itu mundur.

"Saya sungguh senang berada di Chelsea dan bersama staf, pemain, petinggi klub dan Roman. Saya rasa kami telah berhasil membangun klub dalam waktu singkat sehingga menjadi salah satu klub besar di Eropa. Itu merupakan prestasi yang luar biasa," kata Kenyon di Soccernet.

Kehadiran Kenyon berdampak baik bagi perjalanan klub. Sejumlah pemain bintang mampu didatangkan ke Chelsea dan mampu membuat klub London Barat itu menjuarai Liga Inggris dua musim berturut-turut 2004/05 dan 2005/06.

"Semua orang di Chelsea berterima kasih atas kontribusi Kenyon dan berharap ia akan sukses di kemudian hari," kata chairman Chelsea, Bruce Buck.

Liga Champion HANYA SATU DI ANFIELD

Dirk Kuyt, cetak gol tunggal Liverpool
Dirk Kuyt, cetak gol tunggal Liverpool
Foto: AFP
Liverpool, BOLANEWS/uefa Liverpool memulai laga pembuka Liga Champion tidak terlalu bagus. Menjamu salah satu tim lemah di Grup E, Debrecen. Steven Gerrard dkk., hanya menang tipis 1-0. Hasil itu bukan gambaran kekuatan Liverpool sesangguhnya.

Sebelum kick-off di Stadion Anfield. Pendukung The Reds yakin tim kesayangan mereka akan mencetak banyak gol di kandang sediri. Harapan itu tampaknya bakal terkabul setelah melihat dominasi Liverpool sejak menit pertama.

Tuan rumah memperoleh sejumlah peluang gol baik dari Fernando Torres maupun Steven Gerrard. Sayang tendangan kedua bintang itu masih mampu dipatahkan kiper Vukasin Poleksic yang tampil gemilang.

Perjuangan Liverpool untuk mencetak gol baru tercapai saat memasuki injury time babak pertama. Torres melepaskan tendangan keras dari dekat kotak penalti namun bola sempat ditepis Poleksic. Tangkapan Poleksic yang tidak lengket membuat bola pantul dimanfaatkan Dirk Kuyt. Sontekan Kuyt membuat Liverpool menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol.

Sepanjang babak kedua, The Kop masih dominasi laga. Berulang kali tembakan jarak jauh Gerrard masih mampu dipatahkan Poleksic. Penampilan ciamik kiper berusia 27 tahun membuat tim Hongaria itu terhindar dari kekalahan skor yang lebih besar. Hingga akhir pertandingan Liverpool hanya mampu menang sebiji gol.

Hasil yang diraih pasukan Rafael Benitez itu bertolak belakang dengan rival mereka di Premiership, Arsenal. Bertandang ke Stade de Sclessin dalam pertandingan di Grup H. The Gunners mencatat kemenangan 3-2 atas Standard Liege.

Tri gol Arsenal diciptakan Nicklas Bendtner (45'), Thomas Vermaelen (78') dan Eduardo da Silva menit 81. Sementara gol Standard Liege disumbangkan Eliaquim Mangala saat pertandingan baru berjalan dua menit dan sepakan penalti Milan Jovanovic tiga menit kemudian.

***

Hasil Lengkap:
Grup E
Liverpool 1 - 0 Debrecen
Lyon 1 - 0 Fiorentina
Grup F
Dynamo Kyiv 3 - 1 Rubin Kazan
Inter Milan 0 - 0 Barcelona
Grup G
Sevilla 2 - 0 Unirea Urziceni
Stuttgart 1 - 1 Rangers
Grup H
Olympiakos Piraeus 1 - 0 AZ Alkmaar
Standard Liege 2 - 3 Arsenal